Royalti untuk Orang Tua

Mari kita membayangkan sejenak apabila anak-anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah seperti dibawah ini :

1. Mencintai Allah dengan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun dan tidak beribadah kepada selainNya.

2. Mencintai Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam dan meyakininya sebagai Nabi utusan Allah. Mematuhi perintahnya dan menjauhi apa yang dilarangnya, serta percaya dengan risalah yang dibawanya yaitu hadits atau As-Sunnah.

3. Mencintai Al-Qur’an, yaitu dengan selalu membacanya, senantiasa berusaha menghafalnya karena orang yang menjaganya akan mendapatkan syafa’at atau pertolongan kelak di hari kiamat di akhirat. Dan tidak lupa untuk mengamalkan isinya dan menjalankan hukum-hukumnya. Senangnya rumah kita apabila senantiasa dikumandangkan lantunan ayat suci oleh anak-anak kita. Sehingga rumah kita tidak seperti “kuburan”.

4. Mencintai Sholat lima waktu dengan tidak sekalipun meninggalkannya serta mengerjakan sholat-sholat sunnah, bagi anak laki-laki berjama’ah di Masjid dan anak perempuan sholat di rumah mereka tepat pada waktunya.

5. Mencintai masjid, karena masjid adalah rumah Allah dengan tidak membuat keributan atau bermain berlebihan di dalamnya serta tidak bercanda atau tertawa ketika sholat karena menghargai rumah Allah.

6. Mencintai kepada kedua orang tua, dengan mematuhi perintahnya, tidak menyakiti hati mereka, selalu berbuat baik kepada mereka, berusaha menyenangkan hati orang tua dan tidak menyusahkan atau membandel terhadap keduanya. Apalagi anak kita senantiasa mengangkat kedua tangannya serambi mendoakan kedua orangtuanya. Eeemmm … senangnya hati kita sebagai orangtua.

7. Mencintai kepada saudara, adik-kakak, kakek-nenek, paman-bibi, tetangga dan seluruh kaum muslimin di seluruh dunia.

8. Mencintai dan sayang kepada fakir miskin, anak terlantar, anak yatim, dengan memberikan bantuan sesuai dengan keperluan mereka dan perduli serta tidak mencemooh atau mengolok-olok mereka sebab mereka adalah juga hamba Allah.

Karunia Allah yang begitu besar bagi orang tua, adalah manakala diberikan anak-anak keturunan yang shalih dan shalihah. Jika orang-orang yang tidak beriman menjadikan anak sebagai aset kekayaan di masa depan, maka sungguh…. bagi orang-orang beriman, anak adalah asset akhirat yang tak ternilai harganya. Meski kita telah berkubang tanah dan menjadi tulang belulang dan bahkan mungkin sudah hancur, kebaikan dan pahala akan terus mengalir, manakala kita berhasil mendidik anak-anak kita menjadi anak yang baik, seperti diharapkan oleh sang Penciptanya, Allahu Rabbul izzati. Ibarat Royalti sebuah maha karya yang tak pernah putus. Pahala itu akan terus mengalir, akan terus menemani hari-hari di alam barzakh. Inilah yang dijanjikan oleh Allah swt, lewat lisan Rasul yang mulia, Nabi Muhammad saw. Ketika dalam salah satu haditsnya, beliau bersabda:

“Ketika anak Adam meninggal dunia, maka akan putuslah semua amalnya, kecuali tiga hal, ilmu yang bermanfaat, shadaqah yang mengalir, dan anak yang shalih yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR Hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad)

Maka sungguh sangat rugi, manakala seseorang sudah diberikan rezeki anak, tapi dia tidak bersungguh-sungguh dalam mendidiknya menjadi anak yang shalih. Potensi dan peluang besar di depan mata, terbuang tanpa ada kebaikan yang di dapat. Berdasar pada pemahaman inilah, maka semestinya kita sebagai orang tua sangat antusias, bersemangat, dan bersungguh-sungguh dalam upaya mendidik anak – kita dengan sebaik-baiknya. Pendidikan terbaik yang kita berikan kepada anak- anak kita, sesungguhnya hasilnya akan kembali pada kita sendiri. Bagaimana kita memperlakukan anak kita, seperti itu pula anak akan memperlakukan kita sebagai orang tua.

Inilah yang dalam konsep pendidikan anak dalam Islam, disebutkan bahwa metode pendidikan terbaik adalah melalui contoh/teladan. Kalau orang psikolog mengatakan melalui metode modelling. Dan ini juga rahasianya, maka Rasul saw di posisikan oleh Allah swt untuk menjadi uswah/teladan (QS Al Ahzab 21) Secara fitrah manusia akan gampang mengikuti sebuah nilai/konsep, manakala di sana ada contoh. Jika kita ingin anak kita rajin membaca, mana, jadilah kita orang tua yang rajin membaca, jika kita ingin anak kita suka tersenyum, maka jadilah kita sebagai orang tua yang suka tersenyum. Jika kita ingin anak kita menjadi anak yang pemurah, maka jadilah kita orang tua yang pemurah. Kita menjadi cermin bagi anak-anak kita. Menjadi model buat anak-anak kita, sekaligus juga adalah model buat masyarakat kita, karena kita dan anak kita juga bergaul dengan masyarakat.

Dan banyak lagi akhakhul karimah yang dipunyai anak-anak sholeh/ah. Anak berlaku baik seperti diatas adalah nilai investasi yang besar bagi orang tua. Maka saat itulah “nilai royalti” dari Allah akan diberikan kepada kita. Ayo… jadikan aktivitas mendidik anak adalah sebagai prioritas dari sekian prioritas yang kita miliki. Wallahu a’lam bishawab.

Pos ini dipublikasikan di Keluarga. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s